Harapan itu Telah Tiada (1)
Pemilu legislatif usai sudah. Noktah-noktah hitam masih banyak ditinggalkan. Entah evaluasinya akan digunakan atau tidak pada pileg mendatang. Namun mari kita alihkan pandangan ke pilpres yang segera datang. Banyak isu bermunculan. Isu neolib, isu islam-nasionalis, isu komunikasi plitik dalam koalisi, isu HAM, isu kisah penjualan aset negara. Yang jelas saya melihat ada suatu yang ironis dan menyedihkan pada pilpres ini.
Tidak sedikit yang pesimis dengan masa depan bangsa. Wajar saja, semua calon yang muncul wajah-wajah lama bahkan mereka adalah anak para pendahulu bangsa yang tidak sedikit juga noktah hitam dibanding noktah putihnya. Namun bukan ini fokus tulisan ini.
Pertama, saya hendak mencoba mengungkapkan kegelisahan saya akan masa depan bangs di tangan salah dua di antara mereka. Saya memprediksi kemungkinan yang terjadi dengan bangsa ini lima tahun ke depan hanya ada dua: begini-begini saja (statis) atau malah tambah buruk. Jangan sampai naudzublillah minzalik. Kegelisahan saya ini akan saya coba mengungkap setitik data mengenai rapot merah atau ‘ketakutan’ saya terhadap mereka satu persatu.
Selanjutanya, yang kedua, tulisan ini mengungkapkan dugaan saya kenapa semua ini (below average leaders) di’karunia’kan pada bangsa kita. Dan yang ketiga saya hendak menyumbangkan secercah motivasi bagi kita untuk tidak berdiam diri saja, namun mari kita coba melihat matahari di luar awan nan gelap ini. (meminjam kata-kata Renald Kasali dalam bukunya Marketing in Crisis….
Bersambung….nantikan segera…to be continued later…coming soon
1 Comment »
Leave a comment
-
Archives
- May 2009 (2)
- August 2007 (9)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas?
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.